Main-main dengan Dana Desa, Kepala Desa Ini Masuk Bui

TRIBUNPEKANBARU.COM – Mantan Kepala Desa Negeri Katon, Kecamatan Marga Tiga, Lampung Timur, Takim (47), dituntut pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan. Jaksa penuntut umum Eko Setia Negara menyatakan Takim terbukti korupsi dana desa.

Takim terbukti melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam dakwaan subsidair pasal 3 ayat (1) jo pasal 18 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 64 ayat (1) KUHP.

“Menuntut terdakwa dihukum pidana penjara selama satu tahun dan enam bulan dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan sementara,” ujar Eko saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin (12/6/2017).

Selain pidana penjara, Eko juga menuntut Takim dengan pidana denda sebesar Rp 50 juta subsidair tiga bulan kurungan. Uang titipan pengembalian kerugian negara sebesar Rp 131 juta dirampas dan dikembalikan ke kas negara.

Korupsi ini bermula ketika Desa Negeri Katon mengerjakan tiga kegiatan yang bersumber dari dana desa tahun anggaran 2015 sebesar Rp 443 juta. Tiga kegiatan itu berupa pembangunan 12 gorong-gorong, pembangunan jalan onderlagh sepanjang 2.250 meter, dan pembuatan satu unit sumur bor.

Dalam pengerjaan proyek ini, Takim selaku kepala desa tidak membentuk tim pengelola kegiatan (TPK). Semua pengerjaan proyek ini dikelola oleh Takim tanpa melibatkan perangkat desa lainnya dan TPK.

Di dalam pengerjaan tiga kegiatan itu, terdapat kekurangan volume pekerjaan dan volume bahan material. Untuk kegiatan gorong-gorong terdapat kekurangan sebesar Rp 59 juta, kegiatan jalan onderlagh selisih Rp 72 juta dan kekurangan pada kegiatan sumur bor sebesar Rp 17 juta.

Sehingga terjadi kerugian negara sebesar Rp 131 juta yang uangnya dinikmati Takim. Selama proses penyidikan dan persidangan, Takim sudah menitipkan uang pengganti kerugian negara sebesar Rp 131 juta.  (*)

Kontak Kami
085222707972
Kalender
Pengunjung